News Update :

Powered by Blogger.

Manhaj Feed

AQIDAH feed

Doa dan Dzikir Feed

AMALAN Feed

Kata Imam Syafi'i: Tinggalkan Pendapatku jika menyelisihi Hadist

Friday, March 29, 2013

Ketika suatu pendapat manusia berseberangan dengan sabda Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, yang harus kita dahulukan adalah pendapat Nabi kita Muhammadshallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Tidak seperti sebagian orang ketika sudah disampaikan hadits shahih melarang ini dan itu atau memerintahkan pada sesuatu, eh dia malah mengatakan, โ€œTapi Pak Kyai saya bilang begini eh.โ€ Ini beda dengan imam yang biasa jadi rujukan kaum muslimin di negeri kita. Ketika ada hadits shahih yang menyelisihi perkataannya, beliau memerintahkan untuk tetap mengikuti hadits tadi dan acuhkan pendapat beliau.
Imam Asy Syafiโ€™i berkata,
ุฅุฐูŽุง ุตูŽุญูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ููŽุงุถู’ุฑูุจููˆุง ุจูู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ุงู„ู’ุญูŽุงุฆูุทูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุช ุงู„ู’ุญูุฌูŽู‘ุฉูŽ ู…ูŽูˆู’ุถููˆุนูŽุฉู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุทูŽู‘ุฑููŠู‚ู ููŽู‡ููŠูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ
โ€œJika terdapat hadits yang shahih, maka lemparlah pendapatku ke dinding. Jika engkau melihat hujjah diletakkan di atas jalan, maka itulah pendapatku.โ€[1]

Jangan Terlalu Kenyang

Thursday, March 28, 2013

Memang betul, kadang ketika kenyang kita akan semakin malas dalam beraktivitas dan juga dalam ibadah. Ketika kenyang kita pun akan lebih senang untuk merebahkan badan untuk tidur daripada bergerak dan beraktivitas. Imam Syafiโ€™i adalah di antara ulama yang memberi contoh pada kita agar bersikap sederhana dalam makan.
Nasehat Imam Syafiโ€™i rahimahullah yang kami maksud adalah sebagai berikut.
Abu โ€˜Awanah Al Isfiroyaini berkata bahwa Ar Robi berkata bahwa ia mendengar Imam Asy Syafiโ€™i berkata,
ู…ุง ุดุจุนุช ู…ู†ุฐ ุณุช ุนุดุฑุฉ ุณู†ุฉ ุฅู„ุง ู…ุฑุฉุŒ ูุฃุฏุฎู„ุช ูŠุฏูŠ ูุชู‚ูŠุฃุชู‡ุง
โ€œAku tidaklah pernah kenyang selama 16 tahun kecuali sekali. Ketika kenyang seperti itu aku memasukkan tanganku (dalam mulut) agar aku bisa memuntahkan (makanan di dalam).โ€
Ibnu Abi Hatim dari Ar Robiโ€™ menambahkan (perkataan Imam Syafiโ€™i),
ู„ุงู† ุงู„ุดุจุน ูŠุซู‚ู„ ุงู„ุจุฏู†ุŒ ูˆูŠู‚ุณูŠ ุงู„ู‚ู„ุจุŒ ูˆูŠุฒูŠู„ ุงู„ูุทู†ุฉุŒ ูˆูŠุฌู„ุจ ุงู„ู†ูˆู…ุŒ ูˆูŠุถุนู ุนู† ุงู„ุนุจุงุฏุฉ
โ€œKarena yang namanya kenyang membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, kecerdasan berkurang, lebih banyak tidur dan malas ibadah.โ€ (Siyar Aโ€™lamin Nubala, 10: 36)

DUA SYARAT DITERIMANYA IBADAH

Thursday, March 28, 2013

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, sehingga Dia-lah yang patut diibadahi. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hinga akhir zaman.
Agar ibadah diterima di sisi Allah, haruslah terpenuhi dua syarat, yaitu:
  1. Ikhlas karena Allah.                                                  
  2. Mengikuti tuntunan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam (ittibaโ€™).
Jika salah satu syarat saja yang terpenuhi, maka amalan ibadah menjadi tertolak. Berikut kami sampaikan bukti-buktinya dari Al Qurโ€™an, As Sunnah, dan Perkataan Sahabat.
Dalil Al Qurโ€™an
Dalil dari dua syarat di atas disebutkan sekaligus dalam firman Allah Taโ€™ala,
ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฑู’ุฌููˆ ู„ูู‚ูŽุงุกูŽ ุฑูŽุจูู‘ู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู‹ุง ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ุฑูŽุจูู‘ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง
โ€œBarangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".โ€ (QS. Al Kahfi: 110)

Mengenal Bid'ah 6 : Yang Pentingkan NIAT BAIK ?

Thursday, March 28, 2013

Ada pula sebagian orang yang beralasan ketika diberikan sanggahan terhadap bidโ€™ah yang dia lakukan, โ€œMenurut saya, segala sesuatu itu kembali pada niatnya masing-masingโ€.
Kami katakan bahwa amalan itu bisa diterima tidak hanya dengan niat yang ikhlas, namun juga harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Hal ini telah kami jelaskan pada pembahasan awal di atas. Jadi, syarat diterimanya amal itu ada dua yaitu [1] niatnya harus ikhlas dan [2] harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.
Oleh karena itu, amal seseorang tidak akan diterima tatkala dia melaksanakan shalat shubuh empat rakaโ€™at walaupun niatnya betul-betul ikhlas dan ingin mengharapkan ganjaran melimpah dari Allah dengan banyaknya rukuk dan sujud. Di samping ikhlas, dia harus melakukan shalat sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

Mengenal Bid'ah 5: Benarkah Pengumpulan Al-qur'an adalah Bid'ah

Sunday, March 24, 2013

Ada sebagian kelompok dalam membela acara-acara bidโ€™ahnya berdalil bahwa dulu para sahabat -Abu Bakar, โ€˜Utsman bin โ€˜Affan, Zaid bin Tsabit- saja melakukan bidโ€™ah. Mereka mengumpulkan Al Qurโ€™an dalam satu mushaf padahal Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak pernah melakukannya. Jika kita mengatakan bidโ€™ah itu sesat, berarti para sahabatlah yang akan pertama kali masuk neraka. Inilah sedikit kerancuan yang sengaja kami temukan di sebuah blog di internet.
Ingatlah bahwa bidโ€™ah bukanlah hanya sesuatu yang tidak ada di masa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Bisa saja suatu amalan itu tidak ada di masa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan baru dilakukan setelah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam wafat, dan ini tidak termasuk bidโ€™ah. Perhatikanlah penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmuโ€™ Fatawa-nya berikut.
โ€œBidโ€™ah dalam agama adalah sesuatu yang tidak disyariโ€™atkan oleh Allah dan Rasul-Nya yang tidak diperintahkan dengan perintah wajib ataupun mustahab (dianjurkan).

Sebaik-baik Harta, Ditangan Orang yang Sholeh

Sunday, March 24, 2013

Hadits semacam ini dibawakan oleh Imam Al Bukhari dalam Adabul Mufrod pada Bab โ€œSebaik-baik harta adalah di tangan orang yang sholihโ€.
ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูู‰ ุฃูŽุจูู‰ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ู…ููˆุณูŽู‰ ุจู’ู†ู ุนูŽู„ูู‰ู‘ู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุนูŽู…ู’ุฑูŽูˆ ุจู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงุตู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุจูŽุนูŽุซูŽ ุฅูู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฎูุฐู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุซููŠูŽุงุจูŽูƒูŽ ูˆูŽุณูู„ุงูŽุญูŽูƒูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุงุฆู’ุชูู†ูู‰ ยป. ููŽุฃูŽุชูŽูŠู’ุชูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถู‘ูŽุฃู ููŽุตูŽุนู‘ูŽุฏูŽ ููู‰ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุธูŽุฑูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุทูŽุฃู’ุทูŽุฃูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฅูู†ู‘ูู‰ ุฃูุฑููŠุฏู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุจู’ุนูŽุซูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽูŠู’ุดู ููŽูŠูุณูŽู„ู‘ูู…ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽูŠูุบู’ู†ูู…ูŽูƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุบูŽุจู ู„ูŽูƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ุฑูŽุบู’ุจูŽุฉู‹ ุตูŽุงู„ูุญูŽุฉู‹ ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ู’ุชู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูู‰ ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ู’ุชู ุฑูŽุบู’ุจูŽุฉู‹ ููู‰ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…-. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ูŠูŽุง ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ู†ูุนู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ู„ูู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ยป
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ali dari Bapaknya ia berkata, saya mendengar Amru bin Ash berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus seseorang kepadaku agar mengatakan, "Bawalah pakaian dan senjatamu, kemudian temuilah aku." Maka aku pun datang menemui beliau, sementara beliau sedang berwudlu. Beliau kemudian memandangiku dengan serius dan mengangguk-anggukkan (kepalanya). Beliau lalu bersabda: "Aku ingin mengutusmu berperang bersama sepasukan prajurit. Semoga Allah menyelamatkanmu, memberikan ghanimah dan dan aku berharap engkau mendapat harta yang baik." Saya berkata, "Wahai Rasulullah, saya tidaklah memeluk Islam lantaran ingin mendapatkan harta, akan tetapi saya memeluk Islam karena kecintaanku terhadap Islam dan berharap bisa bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Maka beliau bersabda: "Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang Shalih." (HR. Ahmad 4/197. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Mengenal Bid'ah 4: Benarkah HP dan Pesawat termasuk Bid'ah

Sunday, March 24, 2013

Setelah kita mengetahui definisi bidโ€™ah dan mengetahui bahwa setiap bidโ€™ah adalah tercela dan amalannya tertolak, masih ada suatu kerancuan di tengah-tengah masyarakat bahwa berbagai kemajuan teknologi saat ini seperti mobil, komputer, HP dan pesawat dianggap sebagai bidโ€™ah yang tercela. Di antara mereka mengatakan, โ€œKalau  memang bidโ€™ah itu terlarang, kita seharusnya memakai unta saja sebagaimana di zaman Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamโ€.
Menurut kami, perkataan ini muncul karena tidak memahami bidโ€™ah dengan benar.
Perlu sekali ditegaskan bahwa yang dimaksudkan dengan bidโ€™ah yang tercela sehingga membuat amalannya tertolak adalah bidโ€™ah dalam agama dan bukanlah perkara baru dalam urusan dunia yang tidak ada contoh sebelumnya seperti komputer dan pesawat.
Suatu kaedah yang perlu diketahui bahwa untuk perkara non ibadah (โ€˜adat), hukum asalnya adalah tidak terlarang (mubah) sampai terdapat larangan. Hal inilah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (sebagaimana dalam Iqtidhoโ€™ Shirotil Mustaqim, 2/86) dan ulama lainnya.
Asy Syatibi juga mengatakan, โ€œPerkara non ibadah (โ€˜adat) yang murni tidak ada unsur ibadah, maka dia bukanlah bidโ€™ah. Namun jika  perkara non ibadah tersebut dijadikan ibadah atau diposisikan sebagai ibadah, maka dia bisa termasuk dalam bidโ€™ah.โ€ (Al Iโ€™tishom, 1/348)

Mengenal Bid'ah 3: Hukum Bid'ah bertingkat-tingkat

Sunday, March 24, 2013

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai bid'ah hasanah, selanjutnya kita akan melihat tingkatan bid'ah.
Ketahuilah bahwa hukum semua bidโ€™ah adalah terlarang.  Namun, hukum tersebut bertingkat-tingkat.
Tingkatan Pertama : Bidโ€™ah yang menyebabkan kekafiran sebagaimana bidโ€™ah orang-orang Jahiliyah yang telah diperingatkan oleh Al Qurโ€™an. Contohnya adalah pada ayat,
ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ููˆุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู…ู‘ูŽุง ุฐูŽุฑูŽุฃูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑู’ุซู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุนูŽุงู…ู ู†ูŽุตููŠุจู‹ุง ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู‡ูŽุฐูŽุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุจูุฒูŽุนู’ู…ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู„ูุดูุฑูŽูƒูŽุงุฆูู†ูŽุง
โ€œDan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: "Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami".โ€ (QS. Al Anโ€™am [6]: 136)
Tingkatan Kedua : Bidโ€™ah yang termasuk maksiat yang tidak menyebabkan kafir atau dipersilisihkan kekafirannya. Seperti bidโ€™ah yang dilakukan oleh orang-orang Khowarij, Qodariyah (penolak takdir) dan Murjiโ€™ah (yang tidak memasukkan amal dalam definisi iman secara istilah).

Mengenal bid'ah 2 : Mengkritisi Bid'ah Hasanah dan Bid'ah Sayyiah

Sunday, March 24, 2013

Setiap bidโ€™ah adalah tercelaโ€™. Inilah yang masih diragukan oleh sebagian orang. Ada yang mengatakan bahwa tidak semua bidโ€™ah itu sesat, ada pula bidโ€™ah yang baik (bidโ€™ah hasanah). Untuk menjawab sedikit kerancuan ini, marilah kita menyimak berbagai dalil yang menjelaskan hal ini.
[Dalil dari As Sunnah]
Diriwayatkan dari Jabir bin โ€˜Abdillah radhiyallahu โ€˜anhuma, beliau berkata, โ€œJika Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkhutbah matanya memerah, suaranya begitu keras, dan kelihatan begitu marah, seolah-olah beliau adalah seorang panglima yang meneriaki pasukan โ€˜Hati-hati dengan serangan musuh di waktu pagi dan waktu soreโ€™. Lalu beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œJarak antara pengutusanku dan hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini. [Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuknya]. Lalu beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ู‡ูุฏูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุดูŽุฑู‘ู ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชูู‡ูŽุง ูˆูŽูƒูู„ู‘ู ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉูŒ
โ€œAmma baโ€™du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bidโ€™ah) dan setiap bidโ€™ah adalah sesat.โ€ (HR. Muslim no. 867)

Mengenal Bid'ah 1 : Memahami Definisi Bid'ah

Sunday, March 24, 2013

Saudaraku yang semoga kita selalu mendapatkan taufik Allah, seringkali kita mendengar kata bid'ah, baik dalam ceramah maupun dalam untaian hadits Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Namun, tidak sedikit di anatara kita belum memahami dengan jelas apa yang dimaksud dengan bidโ€™ah sehingga seringkali salah memahami hal ini. Bahkan perkara yang sebenarnya bukan bidโ€™ah kadang dinyatakan bidโ€™ah atau sebaliknya.
Tulisan ini -insya Allah- akan sedikit membahas permasalahan bidโ€™ah dengan tujuan agar kaum muslimin bisa lebih mengenalnya sehingga dapat mengetahui hakikat sebenarnya. Sekaligus pula tulisan ini akan sedikit menjawab berbagai kerancuan tentang bidโ€™ah yang timbul beberapa saat yang lalu di website kita tercinta ini. Sengaja kami membagi tulisan ini menjadi empat bagian. Kami harapkan pembaca dapat membaca tulisan ini secara sempurna agar tidak muncul keraguan dan salah paham. Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

TA'ASHUB DAN TAKLID PANGKAL HIZBIYAH

Saturday, March 23, 2013

Oleh
Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin


Ta'ashub dan taklid merupakan dua penyakit berbahaya yang cukup rumit untuk ditangani. Keduanya merupakan pangkal hizbiyah dan ashabiyah (fanatisme golongan).

Hizbiyah dan ashabiyah akan mudah dilenyapkan apabila ta'ashub dan taklid ini terkikis habis.

Sebenarnya, menurut nalar orang yang sedikit saja memiliki ilmu agama, keduanya mudah difahami sebagai penyakit umat yang amat berbahaya, namun menurut waqi' (kenyataan), ternyata tanpa disadari banyak orang yang termakan oleh penyakit ini. Tidak hanya orang-orang awam, bahkan orang-orang yang cukup memiliki bekal sebagai juru dakwah pun kadang-kadang ikut terjebak ke dalamnya. Dua buah penyakit umat yang cukup mudah dimengerti tetapi sulit dihindari. Teori dengan prakteknya berbeda, prinsip ilmiah dengan amaliahnya berlainan.

Syaikh Ali bin Hasan al-Atsari memberikan contoh sebagai berikut :
"Kita lihat misalnya, seorang pemuda atau sekelompok pemuda, ketika diajak dialog oleh seorang Thalib al-'ilmi (pengkaji ilmu) tentang masalah fikriyah (berkaitan dengan pola fikir) atau masalah dakwah.... Apabila pembicaraannya ternyata sesuai dengan apa yang menjadi doktrin mereka..., selaras dengan apa yang mereka pegangi..., dan lawan dialognya bisa menyepakati apa yang menjadi keyakinan dan kebiasaan mereka, maka lawan dialognya itu akan dianggap sebagai saudara yang ikhlas, dihormati, dan disayangi sepenuh hati.

MAKANAN HARAM

Saturday, March 23, 2013

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi Al-Atsari
Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa makanan mempunyai pengaruh yang dominant bagi diri orang yang memakannya, artinya : makanan yang halal, bersih dan baik akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat. Sebaliknya, makanan yang haram akan membentuk jiwa yang keji dan hewani.
Oleh karena itulah, Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan yang haram. Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda.

โ€œArtinya : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu โ€˜anhu berkata : Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda : โ€œSesungguhnya Allah baik, tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang muโ€™min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman : โ€œHai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakanโ€. Dan firmanNya yang lain : โ€œHai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamuโ€. Kemudian beliau mencontohkan seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit : โ€œYa Rabbi ! Ya Rabbi! Sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia meminum dari minuman yang haram,dan dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana mungkin akan diterima doโ€™anyaโ€ [Hadits Riwayat Muslim no. 1015]

ORANG MUKMIN TIDAK KEKAL DI NERAKA

Saturday, March 23, 2013

Ada sekelompok ummat Islam yang mentahrif syafa'at sehingga berfahaman bila seseorang (muslim) masuk neraka karena beratnya dosa, maka ia kekal selamanya (tidak ada jahanamiyyun, orang yang masuk surga yang sebelumnya diazab di neraka).
Disini keadaan seorang muslim sama dengan orang kafir, sama-sama kekal di neraka. Mereka berdalil dengan : " Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan."( Al-A'raf : 40 ).( padahal ayat tersebut yang dijadikan pegangan adalah dimaksudkan untuk orang kafir dan musryik ).

 Hadits-hadits berikut dianggap bertentangan dengan Al-Quran, semoga Allah menunjuki mereka. Wallahu a'lam.
โ€Apabila penduduk jannah telah masuk jannah dan penduduk neraka telah masuk neraka, Allah akan berfirman, โ€Barang siapa di hatinya ada seberat biji sawi keimanan, keluarlah ia (dari neraka)! โ€ Maka mereka akan keluar dalam keadaan hangus dan menghitam legam, kemudian mereka akan dilemparkan ke nahrul hayah (sungai kehidupan), lalu mereka akan tumbuh seperti tumbuhnya biji yang dibawa aliran air.โ€ Lalu beliau melanjutkan, โ€Tidaklah kalian tahu bahwa biji tumbuh berwarna kuning dan meliuk.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim)

โ€Akan kaluar dari neraka satu kaum setelah mereka terjilat oleh apinya, lalu mereka masuk ke dalam jannah. Para penghuni jannah menamai mereka dengan al-jahanamiyyun (mantan penghuni jahannam).โ€ (HR. Bukhari dan Muslim)

Tuduhlah Akal Kalian!

Saturday, March 23, 2013

Yusuf bin Mahram telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Saya mendengar Umar bin Khaththab berkata di atas mimbar: "Akan muncul di tengah-tengah kalian (ummat Islam) kaum yang mendustakan hukum rajam, Dajjal, terbitnya matahari dari barat (kiamat), azab kubur, syafa'at, juga mendustakan terhadap kelompok orang yang terbebas dari neraka setelah mereka terbakar (olehnya). Sekiranya aku menemukan mereka, tentu aku bunuh mereka sebagaimana kaum 'Aad dan Tsamud terbunuh (dibinasakan Allah)." (Imam ad-Dani dalam bab "al Fitan" (QXXXII/2), Imam Ahmad (I/23))

Akan Muncul Dai-Da'i Yang Menyeru ke Neraka Jahanam

Saturday, March 23, 2013


Oleh : Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyalahu โ€˜anhu beliau berkata : โ€œDahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang hal-hal yang baik tapi aku bertanya kepada beliau tentang hal-hal yang buruk agar jangan sampai menimpakuโ€
Aku bertanya : โ€œWahai Rasulullah, dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyah dan kejelekan lalu Allah mendatangkan kebaikan (Islam,-pent) ini, apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan?โ€

Beliau berkata : โ€œYaโ€ Aku bertanya : โ€œDan apakah setelah kejelekan ini akan datang kebaikan?โ€ Beliau menjawab : โ€œYa, tetapi didalamnya ada asapโ€. Aku bertanya : โ€œApa asapnya itu ?โ€
Beliau menjawab : โ€œSuatu kaum yang membuat ajaran bukan dari ajaranku, dan menunjukkan (manusia) kepada selain petunjukku. Engkau akan mengenal mereka dan engkau akan memungkirinyaโ€
Aku bertanya : โ€œApakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan lagi ?โ€ Beliau menjawab : โ€Ya, (akan muncul) para dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam. Barangsiapa yang menerima seruan mereka, maka merekapun akan menjerumuskan ke dalam nerakaโ€
Aku bertanya : โ€œYa Rasulullah, sebutkan cirri-ciri mereka kepada kami ?โ€ Beliau menjawab : โ€œMereka dari kulit-kulit/golongan kita, dan berbicara dengan bahasa kitaโ€
Aku bertanya : โ€œApa yang anda perintahkan kepadaku jika aku temui keadaan seperti iniโ€ Beliau menjawab : โ€œPegang erat-erat jamaโ€™ah kaum muslimin dan imam merekaโ€
Aku bertanya : โ€œBagaimana jika tidak imam dan jamaโ€™ah kaum muslimin?โ€ Beliau menjawab : โ€Tinggalkan semua kelompok-kelompok sempalan itu, walaupun kau menggigit akar pohon hingga ajal mendatangimuโ€

STANDARISASI KEBENARAN DALAM ISLAM

Saturday, March 23, 2013

Sudah suatu kelaziman dalam berbagai bidang keahlian maupun produk tertentu harus memenuhi standarnya; sehingga keabsahan, kualitas dan validasinya terjamin dan dapat dipertanggungjawabkan. Kalau tidak demikian halnya, tentu semua orang bisa berkata atau berbohong dan melanggar berbagai aturan main dan kaidah yang sudah baku yang ditetapkan dan disepakati para ahli pada setiap bidang keilmuan.


 Demikian pula halnya pemahaman terhadap agama, harus sesuai dengan standarisasi yang berlaku dalam Islam; agar kita tidak terbalik dalam berjalan, kita ingin maju tapi malah mundur jadinya, maju dalam
 pemikiran tapi mundur dalam keimanan. Karena pada akhir-akhir ini terjadi semacam kerancuan dalam standarisasi keabsahan pemahaman agama. Sehingga timbul berbagai asumsi dan opini-opini yang menyesatkan dalam keyakinan beragama.

 Maka selayaknyalah seorang Muslim mampu memilih dan memilah mana yang harus di terima dan mana yang harus ditolak. Agar tidak terbalik dalam menilai sebuah permasalahan, yang benar dianggap salah, dan yang salah dianggap benar. Tentu untuk sampai pada titik penentuan pilihan tersebut harus mengenali standarisasinya. Dewasa ini banyak orang menjadikan gelar, kedudukan, kekayaan, ketenaran, kesepuhan,
 peninggalan kuno dan galian fosil sebagai standarisasi. Padahal itu bukan standarisasi untuk menentukan kebenaran dalam Islam.

Meluruskan sejarah dan Biografi Syaikh abdul Qodir Jailani

Monday, March 18, 2013

Abdul Qadir Al-Jailani

Biografi Syeikh Abdul Qadir Al Jailani termuat dalam kitab Adz Dzail 'Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab Al Hambali. Tetapi, buku ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Beliau adalah seorang ulama besar sehingga suatu kewajaran jika sekarang ini banyak kaum muslimin menyanjungnya dan mencintainya. Akan tetapi kalau meninggi-ninggikan derajat beliau berada di atas Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, maka hal ini merupakan suatu kekeliruan. Karena Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam adalah rasul yang paling mulia di antara para nabi dan rasul yang derajatnya tidak akan pernah bisa dilampaui di sisi Allah oleh manusia siapapun.

Ada juga sebagian kaum muslimin yang menjadikan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani sebagai wasilah (perantara) dalam do'a mereka. Berkeyakinan bahwa do'a seseorang tidak akan dikabulkan oleh Allah, kecuali dengan perantaraannya. Ini juga merupakan kesesatan.

ANJURAN HUBUNGAN INTIM DI MALAM JUM'AT?

Thursday, March 14, 2013

Di kalangan awam, terjadi pemahamann bahwa pada malam Jumโ€™at itu disunnahkan. Bahkan inilah yang dipraktekkan. Memang ada hadits yang barangkali jadi dalil, namun ada pemahaman yang kurang tepat yang dipahami oleh mereka.
Dari Aus bin Aus, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ู…ูŽู†ู’ ุงุบู’ุชูŽุณูŽู„ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ูˆูŽุบูŽุณูŽู‘ู„ูŽ ุŒ ูˆูŽุจูŽูƒูŽู‘ุฑูŽ ูˆูŽุงุจู’ุชูŽูƒูŽุฑูŽ ุŒ ูˆูŽุฏูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุณู’ุชูŽู…ูŽุนูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุตูŽุชูŽ ุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุจููƒูู„ูู‘ ุฎูุทู’ูˆูŽุฉู ูŠูŽุฎู’ุทููˆู‡ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฑู ุณูŽู†ูŽุฉู ุตููŠูŽุงู…ูู‡ูŽุง ูˆูŽู‚ููŠูŽุงู…ูู‡ูŽุง
โ€œBarangsiapa yang mandi pada hari Jumโ€™at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.โ€ (HR. Tirmidzi no. 496. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Ada ulama yang menafsirkan maksud  hadits penyebutan mandi dengan ghosala bermakna mencuci kepala, sedangkan ightasala berarti mencuci anggota badan lainnya. Demikian disebutkan dalam Tuhfatul Ahwadzi, 3: 3. Bahkan inilah makna yang lebih tepat.
Ada tafsiran lain mengenai makna mandi dalam hadits di atas. Sebagaimana kata Ibnul Qayyim dalam Zaadul Maโ€™ad,
ู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ : (ุบูŽุณูŽู‘ู„) ุฃูŠ : ุฌุงู…ุน ุฃู‡ู„ู‡ ุŒ ูˆูƒุฐุง ูุณูŽู‘ุฑู‡ ูˆูƒูŠุน
Imam Ahmad berkata, makna ghossala adalah menyetubuhi istri. Demikian ditafsirkan pula oleh Wakiโ€™.
Tafsiran di atas disebutkan pula dalam Fathul Bari 2: 366 dan Tuhfatul Ahwadzi, 3: 3. Tentu hubungan intim tersebut mengharuskan untuk mandi junub.

DZIKIR PETANG

Sunday, March 3, 2013

Sebagai sambungan dari tulisan sebelumnya, berikut kami paparkan dzikir sore. Moga dengan dzikir ini, Allah semakin menguatkan aktivitas kita di sore hari.
Dzikir Dibaca di Waktu Petang
(Setelah matahari tenggelam hingga pertengahan malam)
ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู…ู
โ€œAku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.โ€

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠูู‘ ุงู„ู’ู‚ูŽูŠูู‘ูˆู…ูุŒ ู„ุงูŽ ุชูŽุฃู’ุฎูุฐูู‡ู ุณูู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ู†ูŽูˆู’ู…ูŒุŒ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูุŒ ู…ูŽู†ู’ ุฐูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูŽุดู’ููŽุนู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ูุŒ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽูŠู’ุฏููŠู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุฎูŽู„ู’ููŽู‡ูู…ู’ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุญููŠุทููˆู†ูŽ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู…ูู†ู’ ุนูู„ู’ู…ูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูู…ูŽุง ุดูŽุงุกูŽุŒ ูˆูŽุณูุนูŽ ูƒูุฑู’ุณููŠูู‘ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฆููˆุฏูู‡ู ุญููู’ุธูู‡ูู…ูŽุงุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู
โ€œAllah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaโ€™at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.โ€ (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)[2]

DZIKIR PAGI

Sunday, March 3, 2013


Seorang muslim sangat butuh pertolongan dan perlindungan Allah setiap harinya. Sebagai pembuka dzikir di shubuh atau pagi hari, sangat baik sekali jika seseorang mengamalkan dzikir pagi berikut ini. Keutamaan dzikir pagi amatlah banyak, di antaranya akan lebih memperlancar aktivitas di hari tersebut. Moga Allah mudahkan untuk mengamalkan dzikir ini.
Dzikir Dibaca di Waktu Pagi
(Antara Shubuh hingga siang hari ketika matahari akan bergeser ke barat)

Pages (9)123456 โ–บ

Remaja Feed

Nasehat feed

Sentu Hatimu Feed

AL QURAN Feed

JALAN KEBENARAN Feed

 

ยฉ Copyright BERSATU DALAM ISLAM 2012 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Modified by Blogger Tutorials.